WAY KANAN, Tikampost.id – Sejumlah warung Madura yang beroperasi 24 jam mulai beralih menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Sebelumnya, sebagian besar pengecer tersebut diketahui menjual Pertalite kepada masyarakat.
Fendi, salah seorang penjaga warung Madura, mengatakan peralihan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari persoalan hukum yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Kalau sekarang lebih memilih menjual Pertamax. Cari aman saja. Memang masih ada beberapa warung atau pengecer yang menjual Pertalite, tetapi jumlahnya dibatasi,” ujar Fendi saat ditemui, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, maraknya informasi mengenai penindakan terhadap oknum penimbun maupun pelanggaran distribusi BBM bersubsidi membuat sebagian pengecer memilih beralih ke BBM non-subsidi.
“Daripada berurusan dengan pihak berwajib, banyak yang memilih menjual Pertamax,” tambahnya.
Sementara itu, petugas salah satu SPBU menjelaskan bahwa pembelian Pertalite menggunakan kendaraan tertentu masih diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku, namun jumlahnya dibatasi.
Petugas tersebut juga menyebutkan bahwa pengisian Pertamax ke dalam jeriken berbahan kaleng atau besi umumnya diperbolehkan. Namun, kebijakan terkait penggunaan jeriken plastik dapat berbeda-beda di setiap SPBU.
“Ada SPBU yang mengizinkan menggunakan jeriken plastik, tetapi ada juga yang menerapkan aturan berbeda sesuai kebijakan masing-masing,” jelasnya.
Perbedaan kebijakan tersebut membuat para pengecer memilih menyesuaikan jenis BBM yang dijual agar tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumen tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Penulis : ANANG FEBRIYANSYAH
Editor : Tikampost










