Kerusuhan Kalibata: Pengeroyokan Mata Elang Berujung Pembakaran Warung PKL

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Tikampost.id
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Liliy Pali menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku pengeroyokan terhadap dua debt collector atau Mata Elang, serta massa yang melakukan pembakaran dan perusakan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Ia menyebut, penyelidikan dilakukan secara kolaboratif oleh Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya, dan Polsek Pancoran untuk mengungkap identitas serta menangkap para pelaku pengeroyokan yang terjadi pada Kamis sore, 11 Desember 2025.

“Anggota Reskrim masih mendalami. Polda dan Polsek juga berkolaborasi untuk mengungkap pelaku pengeroyokan. Kami juga akan mengungkap pengerusakan yang terjadi di sekitar lokasi,” ujar Nicolas kepada media di kawasan TMP Kalibata, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga :  Proyek Listrik Mangkrak di Way Kanan, Lampung: 350 KK Terdampak  

Nicolas menjelaskan bahwa terdapat dua kasus yang sedang ditangani, yakni pengeroyokan yang menewaskan satu korban dan membuat satu lainnya luka berat, serta perusakan sejumlah warung milik warga.

“Pengeroyokan ini menyebabkan satu korban meninggal dan satu luka berat. Sementara pengerusakan terhadap barang-barang warga diduga dilakukan oleh kelompok massa,” ungkapnya.

Menurutnya, pengeroyokan terhadap dua debt collector itu memicu reaksi dari rekan-rekan korban yang berjumlah sekitar 80 hingga 100 orang. Massa tersebut datang secara tiba-tiba dan merusak sejumlah lapak PKL di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga :  LAMBATNYA PENANGANAN KASUS PENGANIAYAAN TERHADAP SEORANG WARTAWAN DI POLSEK GUNUNG LABUHAN KABUPATEN WAYKANAN

“Sebenarnya kami sudah mengantisipasi potensi itu, namun massa yang datang mendadak, sekitar 100 orang, melakukan perusakan terhadap warung-warung di sekitar TKP,” jelas Nicolas.

Ia menambahkan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Polisi juga akan mengecek kondisi korban yang dirawat di RS Budi Asih serta membantu para pemilik warung yang terdampak insiden tersebut.

“Saat ini situasi di TKP sudah aman dan terkendali. Personel Brimob, Patra, Polda, dan Polres sudah berada di lokasi untuk memastikan keamanan,” tutupnya

Penulis : Red

Editor : redaksi tikamPost

Berita Terkait

Solidaritas Wartawan Way Kanan Laporkan Hendri ke Polres atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Warga Way Jambu Terluka Diduga Akibat Tembakan Senapan Angin, Satu Orang Diamankan
“Berawal dari Laporan Call Center 110, Polres Way Kanan Bongkar Dugaan Jaringan Sabu Lintas Daerah”
Mahasiswa Fakultas Hukum UT Gelar Praktik Sidang di PN Jakarta Selatan
Aktivitas Stockpile Batu di Bukit Gemuruh Dikeluhkan Warga, Status Perizinan Dipertanyakan
Warga Kota Agung Laporkan Dugaan Penggelapan Handphone ke Polsek Ngaras
Gelombang Penolakan Menguat, Warga Desak Penutupan Karaoke Lestari dan Kafe Unang Lupa
Eks Kepala BGN Jadi Tersangka, Praktisi Hukum Riko Ginting Soroti Dugaan Korupsi Sistemik dan Usulkan Evaluasi Total Program MBG

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:37 WIB

Solidaritas Wartawan Way Kanan Laporkan Hendri ke Polres atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:35 WIB

Warga Way Jambu Terluka Diduga Akibat Tembakan Senapan Angin, Satu Orang Diamankan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:28 WIB

“Berawal dari Laporan Call Center 110, Polres Way Kanan Bongkar Dugaan Jaringan Sabu Lintas Daerah”

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:36 WIB

Mahasiswa Fakultas Hukum UT Gelar Praktik Sidang di PN Jakarta Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:46 WIB

Aktivitas Stockpile Batu di Bukit Gemuruh Dikeluhkan Warga, Status Perizinan Dipertanyakan

Berita Terbaru