Demo di KPUD Mimika, Masyarakat Adat Amungme Minta Suara Dikembalikan

- Jurnalis

Rabu, 11 Desember 2024 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timika- Tikampost.id

Masyarakat adat Amungme beserta ribuan Pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Mimika nomor urut 3, Alexander Omaleng-Yusuf Rombe (AIYE) menggeruduk kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mimika, Rabu (11/12/2024).

Masa aksi ini menuntut suara mereka di Kuamki Narama, Tembaga Pura dan Kuala Kencana serta di Distrik Jika dikembalikan.

Ketua Tim Pemenangan AIYE, Nalio Jangkup dalam orasinya mengatakan, Mimika tidak berlaku sistem noken.

” Tidak ada sistem bungkus di Kabupaten Mimika. Ini pelanggaran fatal. AIYE menang di mana-mana tapi semua suara masyarakat dicuri,” ujar Nalio.

Ia mengatakan, hak Orang Asli Papua (OAP) tidak boleh dirampas oleh orang dari luar.

“Kami OAP juga bisa memimpin negeri kami sendiri. Kami juga tahu aturan. Jangan ada pencuri di Mimika,” katanya.

Nalio menegaskan bahwa sistem noken tidak berlaku di Mimika, dan adanya dugaan manipulasi suara merupakan pelanggaran berat. Menurutnya, suara pasangan AIYE telah dicuri di distrik Tembagapura, Kuala Kencana, Kwamki Narama, dan Jila.

Baca Juga :  Oknum Aparat Desa Banjar Mulya Rangkap Tiga Jabatan, Diduga Tabrak UU Desa

 

Isu ini juga membawa perhatian pada hak Orang Asli Papua (OAP) dalam memimpin daerahnya. Nalio menilai hak-hak OAP telah dirampas oleh pihak-pihak dari luar.

“Kami, OAP, juga bisa memimpin negeri kami sendiri. Hak kesulungan kami tidak boleh dijual,” katanya.

“Segera kembalikan suara nomor urut 3 pada Distrik Tembagapura, Kuala Kencana, dan Kwamki Narama,” ucap Nalio.

Nalio menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh langkah-langkah hukum sesuai mekanisme yang berlaku jika tuntutan tidak direspons.

“ Ada indikasi kuat intervensi dari penyelenggara untuk mengalihkan suara kami Aiye ke kandidat lain. Kami sudah turun jalan hari ini, dan berikutnya akan kami tempuh langkah-langkah hukum,” Tandas Nalio.

Diketahui Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabuapeten Mimika secara resmi telah mengesahkan pasangan Nomor urut satu Johanes Rettob dan Emanuel Kemong (Joel) sebagai pemenang Pilkada Mimika, yang didukung Partai PDIP,PBB,Gelora,PPP,PKS dan PKN dengan perolehan suara terbanyak pasangan nomor urut 01 Johannes Rettob dan Emanuel Kemong (JOEL) memperoleh 77.818 suara.

Baca Juga :  Kapolres Dharmasraya Silaturahmi dengan Wali Nagari Sungai Kambut

Diikuti Pasangan nomor urut 03 Alexsander Omaleng dan Yusuf Rombe Pasarrin (AIYE) didukung Partai Demokrat, Partai Buruh, Partai Umat dan Partai Garuda dengan perolehan 74.139 suara.

Kemudian disusul pasangan nomor urut 02 Maximus Tipagau dan Peggi Patricia Pattipi (MP3) didikung Partai Gerindra, Golkar, Nasdem,PSI, PKB memperoleh 66.268 suara.

Perolehan hasil suara ini disahkan KPUD Mimika dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 61 tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mimika tahun 2024, di Timika (9/12).namun hasil ini tidak ditandatangani dua saksi dari 3 Paslon yang maju pada Pilkada Mimika, yakni saksi dari MP3 dan Aiye.

(Redaksi)

Berita Terkait

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged
Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas
WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak
Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha
KSOP Pulang Pisau Berkurban 2 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing, Tebar Kepedulian dan Perkuat Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha
Kuota Tol Laut Rute Surabaya–Sangihe Disorot, Pelaku Usaha Pertanyakan Mekanisme Pembagian
Majelis Ta’lim Ziyadatul Fadhilah Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Salurkan Daging untuk Warga

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:58 WIB

Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged

Senin, 1 Juni 2026 - 10:37 WIB

Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:46 WIB

WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:38 WIB

Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru