Way Kanan, Tikampost.id – Tiga nyawa melayang, dua di antaranya meninggal dunia. Peristiwa tragis itu diduga bermula dari sebuah hiburan orgen tunggal yang berubah menjadi tempat transaksi dan konsumsi narkoba. Kondisi ini menjadi alarm serius bahwa Kabupaten Way Kanan sedang berada dalam situasi darurat narkoba.
Kasus overdosis yang menimpa seorang pemuda yang baru lulus SMA asal Kampung Tanjung Sari serta dua warga Tanjung Dalom, Kecamatan Bumi Agung, bukan sekadar musibah biasa. Peristiwa tersebut diduga merupakan dampak dari lemahnya pengawasan terhadap peredaran narkoba yang sudah mulai masuk hingga ke lingkungan pedesaan.
Mirisnya, para korban masih berusia muda dan memiliki masa depan panjang. Namun, harapan itu harus terputus akibat dugaan penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang beredar bebas di tengah hiburan malam dan dentuman musik orgen tunggal.
Fenomena ini dinilai tidak bisa dianggap sepele. Selain menjadi ancaman bagi generasi muda, keberadaan narkoba di tengah kegiatan masyarakat juga menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat dari seluruh pihak, baik aparat penegak hukum, pemerintah kampung, panitia hiburan, maupun keluarga.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada pengguna, tetapi juga mampu mengungkap dan menindak tegas para pengedar serta jaringan yang memasok narkoba hingga masuk ke wilayah pedesaan.
Selain itu, pemerintah kampung, karang taruna, tokoh adat, dan tokoh masyarakat diminta lebih aktif melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan hiburan yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba.
Way Kanan tidak membutuhkan sekadar wacana dan imbauan semata. Langkah nyata dan tindakan tegas sangat dibutuhkan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan menelan korban jiwa berikutnya. Hiburan masyarakat harus tetap berjalan, namun jangan sampai menjadi tempat yang membahayakan generasi muda.
Penulis : Hendri Darmawan
Editor : Tikampost










