Dinkesda Sangihe Imbau Warga Waspadai Ancaman Hantavirus

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handri Pasandaran, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap Hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar permukiman. (Foto: Istimewa)

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handri Pasandaran, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap Hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar permukiman. (Foto: Istimewa)

TAHUNA, TIKAMPOST.ID – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus, penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui tikus yang terinfeksi.

Kepala Dinkesda Sangihe, dr. Handri Pasandaran, mengatakan penularan virus tersebut dapat terjadi melalui kontak dengan urin, ludah, maupun cairan tubuh tikus yang mencemari makanan dan lingkungan sekitar.

“Ketika urin tikus terinjak atau ludah tikus mencemari makanan dan lingkungan, virus ini dapat menyebar. Bahkan, partikel atau droplet yang berasal dari tikus dan terhirup manusia juga berpotensi menyebabkan penularan,” kata Pasandaran, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, gigitan tikus yang terinfeksi juga dapat menjadi media penularan Hantavirus. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar tempat tinggal.

Baca Juga :  Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan

Pasandaran menjelaskan, gejala Hantavirus kerap menyerupai sejumlah penyakit lain, seperti influenza, COVID-19 hingga demam berdarah dengue (DBD). Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, nyeri otot, sakit kepala, nyeri perut, gangguan pernapasan, tanda-tanda perdarahan, hingga gangguan fungsi ginjal.

Dalam kasus tertentu, penyakit tersebut bahkan dapat menyerang paru-paru dan menyebabkan pneumonia.

Kelompok yang dinilai rentan terinfeksi Hantavirus antara lain lanjut usia (lansia), bayi, pekerja yang beraktivitas di lingkungan dengan sanitasi kurang baik, serta masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk dan rawan tikus.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkesda mengimbau warga untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menutup rapat tempat penyimpanan makanan, membersihkan gudang secara berkala, membuang sampah pada tempatnya, serta mencuci tangan setelah membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.

Baca Juga :  Pustu Mahena Terbengkalai Sejak 2018, Warga Desak Pemkab Sangihe Segera Bertindak

Ia juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan khusus Hantavirus saat ini belum tersedia di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jika ditemukan kasus yang dicurigai, sampel pasien akan dikirim ke laboratorium rujukan di Manado untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus yang mengarah pada infeksi Hantavirus.

Masyarakat yang mengalami demam disertai nyeri otot, gangguan pernapasan maupun tanda-tanda perdarahan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini,” pungkas Pasandaran.

Penulis : Maekel Towira

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Kantor Bupati Kapuas Belum Pernah Direnovasi Selama Lebih dari 30 Tahun, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah
Pemerintah Desa Ramsai Sambut Peserta PKL SMK Tunas Wiyata
Dinkesda Sangihe Libatkan Kader hingga Kelurahan, SANTER-TB Kejar Target Eliminasi TBC 2030
Pustu Mahena Terbengkalai Sejak 2018, Warga Desak Pemkab Sangihe Segera Bertindak
Imigrasi Tahuna: Informasi Terkait Dua WNA China Masih Tahap Penyelidikan
Bendera Merah Putih Sobek dan Kusam Masih Berkibar di Depan Kantor SPPG, Warga Soroti Kurangnya Perawatan
Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:42 WIB

Kantor Bupati Kapuas Belum Pernah Direnovasi Selama Lebih dari 30 Tahun, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:54 WIB

Dinkesda Sangihe Imbau Warga Waspadai Ancaman Hantavirus

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:41 WIB

Pemerintah Desa Ramsai Sambut Peserta PKL SMK Tunas Wiyata

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:53 WIB

Dinkesda Sangihe Libatkan Kader hingga Kelurahan, SANTER-TB Kejar Target Eliminasi TBC 2030

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:48 WIB

Pustu Mahena Terbengkalai Sejak 2018, Warga Desak Pemkab Sangihe Segera Bertindak

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handri Pasandaran, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap Hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar permukiman. (Foto: Istimewa)

DAERAH

Dinkesda Sangihe Imbau Warga Waspadai Ancaman Hantavirus

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:54 WIB