BANJIR KEMBALI LANDA BANDAR LAMPUNG, KETUA UMUM ORMAS GARUDA BERWARNA NUSANTARA MINTA WALI KOTA EVA DWIANA SEGERA PULANG KE BANDAR LAMPUNG MINTA IZIN TIDAK IKUTI RETREAT

- Jurnalis

Sabtu, 22 Februari 2025 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, – Tikampost.id

Ketua Umum Ormas Garuda Berwarna Nusantara, Johan Syahril, meminta Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, segera kembali ke kota untuk menangani langsung bencana banjir yang kembali melanda masyarakat.

Banjir yang terjadi di beberapa titik di Bandar Lampung menyebabkan kerugian bagi warga, mulai dari rumah yang terendam hingga aktivitas perekonomian yang terganggu. Johan Syahril menegaskan bahwa kehadiran pemimpin daerah sangat dibutuhkan di tengah situasi darurat seperti ini.

Masyarakat Bandar Lampung kembali mengalami musibah akibat banjir. Kami berharap Wali Kota Eva Dwiana segera kembali dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat,” ujar Johan Syahril, Sabtu 22 Februari 2025.

Baca Juga :  Diduga Langgar UU Lingkungan, Limbah B3 Puskesmas Rawas Dibuang dan Dibakar Sembarangan

Banjir yang terjadi kali ini disebut-sebut sebagai akibat dari buruknya sistem drainase di kota, ditambah dengan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Warga yang terdampak berharap ada solusi jangka panjang agar bencana ini tidak terus berulang.

Bahkan Johan meminta agar Eva Dwiana untuk meminta izin kepada Prabowo agar dapat izin tidak ikuti Retreat demi urusan rakyat Bandar Lampung sedang dilanda kebanjiran.

Baca Juga :  Masyarakat kelompok tani Kabupaten Dharmasraya provinsi (SUMATERA BARAT) ucapkan terimakasih kepada anggota DPR RI praksi PDI P yang telah gelontorkan Ratusan program

 

Saya minta walikota minta izin kepada presiden izin untuk pulang urus rakyat bandar lampung sedang dilanda banjir, “ ujar Johan Syahril.

Sampai berita ini diturunkan, pihak pemerintah kota belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan tersebut. Sementara itu, tim tanggap bencana dan relawan terus bekerja membantu masyarakat yang terdampak.

(Hendrik iskandar) 

Berita Terkait

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged
Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas
WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak
Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha
KSOP Pulang Pisau Berkurban 2 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing, Tebar Kepedulian dan Perkuat Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha
Kuota Tol Laut Rute Surabaya–Sangihe Disorot, Pelaku Usaha Pertanyakan Mekanisme Pembagian
Majelis Ta’lim Ziyadatul Fadhilah Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Salurkan Daging untuk Warga

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:58 WIB

Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged

Senin, 1 Juni 2026 - 10:37 WIB

Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:46 WIB

WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:38 WIB

Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru