Rumah Potong Unggas di Paremas Pulau Telo Baru Mangkrak Dua Tahun, Warga Nilai Mubazir

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kuala Kapuas — TikamPost.id

Bangunan Rumah Potong Unggas (RPU) milik Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, yang terletak di Pare Mas, Desa Pulau Telo Baru, hingga kini belum difungsikan meski telah rampung lebih dari dua tahun. Kondisi ini membuat warga menilai keberadaan fasilitas tersebut terkesan mubazir.

 

Hal itu disampaikan oleh salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi RPU. Ia mengaku heran karena bangunan yang menelan anggaran cukup besar tersebut tidak kunjung dioperasikan.

 

“Sudah hampir dua tahun lebih sejak selesai dibangun, tapi sampai sekarang tidak digunakan sama sekali. Sayang sekali, padahal ini memakai uang rakyat,” ujarnya kepada awak media, Kamis (21/11/2025).

Baca Juga :  Dugaan Penyimpangan Kebun Kelapa Sawit Plasma di Pakuan Ratu Way Kanan: Ribuan Petani Dirugikan, Laporan Sudah Dilayangkan ke Kementerian Koperasi dan Kejaksaan Agung

Warga berharap agar pemerintah segera memfungsikan RPU tersebut karena dinilai dapat membantu memperlancar perekonomian masyarakat Kapuas.

“Kami berharap RPU ini segera dimanfaatkan. Kalau beroperasi, tentu bisa memberi manfaat bagi warga,” tegasnya.

 

Sementara itu, di tempat terpisah, dokter hewan Anik dari Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kapuas menjelaskan bahwa RPU tersebut belum beroperasi lantaran masih dalam tahap persiapan.

 

Menurutnya, sejumlah fasilitas pendukung belum terpenuhi sehingga perlu dilakukan pembenahan dan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu.

“RPU di Paremas memang belum bisa digunakan karena masih ada fasilitas yang belum lengkap. Selain itu, kami juga perlu melakukan sosialisasi, karena rumah potong unggas di Jalan Jepang saat ini bangunannya sudah tidak layak lagi untuk dipakai,” jelas Anik.

Baca Juga :  BUKA PUASA BERSAMA ASPEDA: PERERAT SILATURAHMI, TEGASKAN PERAN PERS DI TENGAH EFISIENSI ANGGARAN

 

Ia menegaskan bahwa pihaknya menargetkan RPU Paremas dapat mulai difungsikan pada tahun depan dengan kapasitas pemotongan sekitar 7.000 ekor per hari.

“Harga potong juga akan kami naikkan menjadi Rp300 per ekor, dan ini untuk memenuhi kebutuhan Kecamatan Selat,” tambahnya.

 

Anik juga memastikan bahwa tenaga teknis pemotongan masih akan menggunakan personel dari dinas setempat.

“Kami sedang mempersiapkan segala kebutuhan, termasuk proses serah terima bangunan yang sampai sekarang belum dilaksanakan dengan pihak kontraktor,” tutupnya.

Penulis : Moh. Sariansyah

Editor : Redaksi TikamPost.id

Berita Terkait

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged
Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas
WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak
Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha
KSOP Pulang Pisau Berkurban 2 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing, Tebar Kepedulian dan Perkuat Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha
Kuota Tol Laut Rute Surabaya–Sangihe Disorot, Pelaku Usaha Pertanyakan Mekanisme Pembagian
Majelis Ta’lim Ziyadatul Fadhilah Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Salurkan Daging untuk Warga

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:58 WIB

Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged

Senin, 1 Juni 2026 - 10:37 WIB

Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:46 WIB

WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:38 WIB

Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru