Tawa di Balik Kemudi mobil pikap : Kisah Sopir Angkutan Barang Bertahan di Tengah Sepinya Muatan

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Tikampost.id – Di balik kemudi sebuah mobil pikap yang terparkir rapi di pinggiran jalan kawasan Kapuk, Jakarta Barat, suara tawa sesekali terdengar dari dalam kabin. Bukan berasal dari obrolan antarsopir, melainkan dari film komedi yang diputar melalui ponsel. Tayangan sederhana itu menjadi pengusir sepi di tengah penantian panjang akan datangnya orderan.

Ryo (52), sopir mobil pikap angkutan barang konvensional, mengaku sudah dua hari belum memperoleh muatan. Menunggu pesanan kini bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan ujian kesabaran. Hiburan dari layar ponsel menjadi pelarian sementara untuk meredam tekanan ekonomi yang kian menghimpit.

“Sudah dua hari ini enggak narik. Jadi ya ngehibur diri saja nonton film lawak di HP. Mau gimana lagi, namanya juga belum ada rezekinya,” ujar Ryo kepada tikampost, Selasa (14/1/2026).

Baca Juga :  Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Bawaslu Kabupaten Dharmasraya.

Ia mengenang masa ketika orderan datang silih berganti, dari siang hingga malam, dengan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Menurut Ryo, kondisi tersebut sangat kontras dengan situasi saat ini. Kenaikan harga bahan bakar yang tidak diimbangi ongkos angkut, ditambah sepinya pesanan, membuat penghasilannya merosot tajam.

“Dulu narik sehari bisa cukup buat seminggu. Bensin murah, ongkos lumayan. Sekarang narik seminggu habis buat sehari. Bensin mahal, ongkos murah, orderan sekarang juga sepi,” katanya.

Tak hanya sopir angkutan barang konvensional, kondisi serupa juga dirasakan pengemudi angkutan barang berbasis aplikasi. Eman (44) mengatakan, persaingan tarif yang ketat serta sistem aplikasi justru membuat pendapatan sopir kian tergerus.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Dharmasraya Hadiri Festival Kuliner Nusantara

“Kalau dibilang rame, rame bunyinya saja. Orderan kadang jauh. Kita di Kapuk, tapi order bisa dari Bandung tetap masuk. Sama saja, enggak dapat apa-apa, anyep,” ujar Eman.

Persaingan antar penyedia jasa angkutan, baik konvensional maupun berbasis aplikasi, dinilai semakin menekan penghasilan sopir. Mereka harus mengikuti persaingan harga perusahaan aplikasi, meski berdampak pada penghasilan mereka.

Kisah Ryo dan Eman menjadi potret kecil realitas yang dihadapi sebagian pelaku jasa angkutan barang. Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian penghasilan, mereka bertahan sambil berharap roda rezeki kembali berputar.

Penulis : RIDWAN SULAIMAN

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Team Garangan Elite Gelar Roadshow Promo Besar-Besaran Erablue Jelang Grand Opening di Ciputat
PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober
SPBU di Jalan Aria Putra Tangerang Tutup, Data Monitoring Catat Pesanan Pertalite Berstatus OPEN
Warga Keluhkan Penyaluran Bantuan Beras, Minta Verifikasi Penerima Dilakukan Langsung ke Rumah
HMP Jember Perkuat Organisasi, Siapkan Program Peternakan Kambing Berbasis Kecamatan
Tambang Batu Bukit Gemuruh Disebut berhenti, Penambang Minta Pemerintah Bantu Urus Izin Resmi
Makan Bajamba USR X Universitas Baiturrahmah di Nagari Tabek Ditutup dengan Foto Bersama.
BPR NBP 12 Gelar Literasi Keuangan bagi Pedagang Pasar Bumdes Pagedangan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Team Garangan Elite Gelar Roadshow Promo Besar-Besaran Erablue Jelang Grand Opening di Ciputat

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:04 WIB

SPBU di Jalan Aria Putra Tangerang Tutup, Data Monitoring Catat Pesanan Pertalite Berstatus OPEN

Kamis, 10 September 2026 - 11:49 WIB

Warga Keluhkan Penyaluran Bantuan Beras, Minta Verifikasi Penerima Dilakukan Langsung ke Rumah

Minggu, 6 September 2026 - 10:45 WIB

HMP Jember Perkuat Organisasi, Siapkan Program Peternakan Kambing Berbasis Kecamatan

Berita Terbaru