Matel Berulah Kembali di Jalan, Warga Cengkareng Desak Polisi Bertindak

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar Video Viral

Tangkapan Layar Video Viral

Jakarta, Tikampost.id — Warga Cengkareng Barat mendesak Polsek Cengkareng segera menertibkan dugaan aksi premanisme berkedok penagihan utang oleh oknum debt collector, yang kerap disebut “mata elang” (matel), yang kembali menarik paksa kendaraan di jalan.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Utama 8, Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Senin siang (2/2/2026). Sejumlah pria yang mengaku sebagai debt collector diduga mencoba menarik paksa sepeda motor Honda PCX milik seorang perempuan saat korban tengah berhenti membeli makanan.

Berdasarkan keterangan saksi, para pria tersebut mendatangi korban dan menanyakan kepemilikan kendaraan. Mereka kemudian melarang korban meninggalkan lokasi dengan alasan adanya tunggakan cicilan.

Korban yang merasa terintimidasi segera menghubungi keluarganya. Ketegangan meningkat ketika oknum matel itu memegang kendaraan korban dan tetap memaksa meski diminta menunjukkan legalitas penarikan.

Baca Juga :  Ketua PWGK–Kresek Hadiri Nuzulul Qur’an dan Berbagi Kasih kepada Tokoh Masyarakat

“Kami mempertanyakan kewenangan mereka. Tidak ada surat, tidak ada polisi, tapi berani tarik motor di jalan,” ujar Suroto, ayah korban, di lokasi kejadian.

Situasi semakin memanas saat korban merekam kejadian tersebut. Ponsel korban dilaporkan hampir direbut, dan terjadi aksi dorong-dorongan. Keributan itu menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan dan menolak upaya penarikan paksa tersebut.

Sejumlah warga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi yang menyerupai praktik premanisme di ruang publik.

Warga pun meminta kepolisian tidak tinggal diam. Mereka mendesak Polsek Cengkareng segera menertibkan praktik penagihan utang yang dilakukan secara paksa di jalan.

Baca Juga :  Pemasangan Tiang WiFi Star Conek di Ngambur Dipersoalkan, Warga Sebut Tak Ada Izin Pemilik Lahan

“Ini bukan soal cicilan saja, tapi soal rasa aman. Kalau begini terus, warga bisa jadi korban berikutnya. Polisi harus turun,” kata seorang warga.

Selain itu, masyarakat juga meminta polisi mengusut identitas para pria yang mengaku sebagai debt collector serta menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum.

Upaya penarikan kendaraan akhirnya batal setelah warga berkumpul dan menekan para pria tersebut untuk meninggalkan lokasi. Tidak ada korban luka dalam peristiwa itu, namun kejadian tersebut meninggalkan trauma dan kekhawatiran di kalangan warga.

Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan agar praktik serupa tidak kembali terjadi di wilayah Cengkareng.

Penulis : RIDWAN SULAIMAN

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Apel Pagi KSOP Pulang Pisau, Pimpinan Tekankan Disiplin Kinerja dan Adaptasi Cepat Pegawai
Polres Dharmasraya Ungkap Kasus Pembunuhan hingga Narkoba, 7 Tersangka Diamankan
Diduga Dipicu Pertengkaran, Polisi Ungkap Motif Kasus di Salah Satu Hotel Dharmasraya
Kepala SDN 2 Parerejo Diduga Hindari Konfirmasi, Pengelolaan Dana BOS Disorot
DPC AJP Lampung Barat Gelar “Pekon Tanggap Informasi”, Dorong Transparansi dan Sinergi dengan Aparatur Pekon
Guru Sekolah Alam Bintaro Lakukan Studi Banding ke Sekolah Khusus Spectrum, Pelajari Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus
Buron Kasus Penggelapan Motor Sejak 2023 Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polres Dharmasraya
Diduga Rokok Ilegal Dijual Bebas di Jalan Tanggul Barat Kapuk, Pedagang Klaim Sudah Berkoordinasi dengan Oknum Polsek Cengkareng

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 12:40 WIB

Apel Pagi KSOP Pulang Pisau, Pimpinan Tekankan Disiplin Kinerja dan Adaptasi Cepat Pegawai

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:44 WIB

Polres Dharmasraya Ungkap Kasus Pembunuhan hingga Narkoba, 7 Tersangka Diamankan

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:37 WIB

Diduga Dipicu Pertengkaran, Polisi Ungkap Motif Kasus di Salah Satu Hotel Dharmasraya

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:24 WIB

Kepala SDN 2 Parerejo Diduga Hindari Konfirmasi, Pengelolaan Dana BOS Disorot

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:49 WIB

DPC AJP Lampung Barat Gelar “Pekon Tanggap Informasi”, Dorong Transparansi dan Sinergi dengan Aparatur Pekon

Berita Terbaru