Gaharu Jadi “Emas Hijau” di Way Kanan, Petani Raup Puluhan Juta dari Satu Panen

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waykanan – Tikampost.
Bisnis kayu gaharu masih sangat menjanjikan Bagi petani Kecamatan waytuba kabupaten waykanan,Budidaya pohon gaharu kini menjadi primadona Baru disejumlah wilayah,Melalui Teknik Inokulasi(penyuntikan jamur) yang tepat,pohon gaharu(karas) dapat dipanen pada usia 5 – 7 tahun.

Meski harga gaharu Budidaya berpariasi kualitas kemedangan nya saja bisa bernilai Ratusan Ribu hingga sampai jutaan Rupiah dapat memberi harapan dan kesejahteraan bagi petani hutan dikabupaten Waykanan.
Salah satu nya milik Bapak Jamil umur (55) tahun yang ada dikampung Bandar sari ia memiliki batang gaharu sebagian sudah dipanan nya dan menghasilkan kan puluhan juta Rupiah.

Baca Juga :  Jalan di Kampung Bandar Sari Rusak Parah, Diduga Dampak Aktivitas Truk Pengangkut Batu Gunung

“Alhamdulilah pak walau sedikit saya memiliki batang gaharu,sebagian sudah saya panen sebagian belum,kalau soal harga nya sangat menjanjikan,harga kualitas terendah(kemedangan) masih dihargai Ratusan Ribu hingga jutaan Rupiah ujar nya.

Ditempat terpisah awak media mencoba mewawancarai salah satu pembeli kayu gaharu DOLI umur 35 tahun ia menjelas kan harga kayu gaharu bisa berpariasi

Baca Juga :  GNB Banten dan Wali Kota Tangerang Perkuat Sinergi Pencegahan Narkoba

“Ia pak harga kayu gaharu bisa berpariasi tergantung kualitas kayu nya kalau Medang bisa jutaan rupiah tetapi ada jenis yang paling mahal Dauble king bisa tembus Rp.40 juta perkilo nya pungkas nya”

Doli mengajak para petani dikabupaten Waykanan atau pun diluar daerah Lampung untuk mau membudidaya kan kayu gaharu karena Benar – benar sangat menjanjikan kata nya.

Hendri Darmawan.

Penulis : Hendri Darmawan

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Dua Anak Yatim Piatu di Kapuk Dapat Pendampingan dari Walkot Jakbar
Bantuan Beras Bulog berhenti di kelurahan, KPK Periksa 38 Saksi
Mau ambil Motor, Dua Oknum Matel Coba Rusak Kunci Setang di Kapuk Ditegur Warga
“Pedagang Keluhkan Bau Got dan Sampah, Kebersihan Pasar Bumdes Pagedangan Disorot”
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masuk Jakarta, Publik Tunggu Langkah Konkret Pemprov DKI
Pemprov DKI Imbau Warga Jakarta Waspada Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Kecelakaan Beruntun Libatkan 3 Mobil 1 Motor di Kembangan Jakarta Barat, Korban Berjatuhan
Pasar Sore Rusun BCI Cengkareng Timur Dilanda Kebakaran

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:18 WIB

Dua Anak Yatim Piatu di Kapuk Dapat Pendampingan dari Walkot Jakbar

Kamis, 10 September 2026 - 14:35 WIB

Bantuan Beras Bulog berhenti di kelurahan, KPK Periksa 38 Saksi

Kamis, 10 September 2026 - 13:03 WIB

Mau ambil Motor, Dua Oknum Matel Coba Rusak Kunci Setang di Kapuk Ditegur Warga

Senin, 7 September 2026 - 12:01 WIB

“Pedagang Keluhkan Bau Got dan Sampah, Kebersihan Pasar Bumdes Pagedangan Disorot”

Minggu, 6 September 2026 - 21:07 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masuk Jakarta, Publik Tunggu Langkah Konkret Pemprov DKI

Berita Terbaru