Dinkesda Sangihe Libatkan Kader hingga Kelurahan, SANTER-TB Kejar Target Eliminasi TBC 2030

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkesda Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME, memberikan materi saat Pelatihan Kader Program SANTER-TB di Tahuna. Program ini menjadi salah satu strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Sangihe menuju target nasional tahun 2030. (Foto: Istimewa)

Kepala Dinkesda Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME, memberikan materi saat Pelatihan Kader Program SANTER-TB di Tahuna. Program ini menjadi salah satu strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Sangihe menuju target nasional tahun 2030. (Foto: Istimewa)

SANGIHE, TIKAMPOST.ID– Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui Program Sistem Akselerasi Nusantara Tangguh Eliminasi Tuberkulosis (SANTER-TB).

Program tersebut diawali dengan pelatihan kader kesehatan dan sosialisasi yang dilaksanakan di tiga kecamatan percontohan, yakni Tahuna, Tahuna Timur, dan Tahuna Barat.

Sebanyak dua kader dari setiap kelurahan dilibatkan untuk membantu edukasi masyarakat, melakukan skrining, investigasi kontak, serta mendampingi pasien selama menjalani pengobatan.

Kepala Dinkesda Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030.

“Target eliminasi TBC semakin dekat. Kita tidak bisa hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Skrining, investigasi kontak, dan edukasi harus dilakukan secara aktif,” ujar Handry saat membuka pelatihan kader, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga :  WASPADA CURANMOR BERSENJATA, POLDA LAMPUNG: JANGAN ABAIKAN KEAMANAN MOTOR ANDA*

Menurutnya, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia. Karena itu, pengendalian penyakit tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penanganan TBC, di antaranya rendahnya kepatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan serta masih adanya kontak erat pasien yang enggan menjalani pemeriksaan.

“Ketika satu pasien TBC ditemukan, anggota keluarga, tetangga terdekat, hingga rekan kerja yang sering berinteraksi harus diperiksa. Ini penting untuk memutus rantai penularan,” katanya.

Selain mengoptimalkan peran kader kesehatan, Program SANTER-TB juga memanfaatkan teknologi digital melalui sistem Electronic Directly Observed Treatment (e-DOT). Sistem ini memungkinkan pasien melaporkan konsumsi obat secara daring dan dipantau langsung oleh petugas kesehatan.

Aplikasi tersebut juga dilengkapi layanan konsultasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan chatbot yang membantu pasien memperoleh informasi seputar pengobatan TBC.

Baca Juga :  Polsek Koto Baru Salurkan Bansos Jumat Berbagi ke Panti Asuhan Fastabiqul Khairat

Berdasarkan data Dinkesda, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 547 kasus TBC di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sementara hingga Mei 2026 terdapat 162 kasus TBC sensitif obat dan lima kasus TBC resisten obat, sehingga total pasien yang sedang menjalani penanganan mencapai 167 orang.

Meski demikian, Handry menegaskan meningkatnya jumlah kasus yang ditemukan tidak selalu menunjukkan kondisi yang memburuk.

“Yang berbahaya bukan kasus yang ditemukan, tetapi kasus yang tidak terdeteksi sehingga pasien tidak mendapatkan pengobatan,” tegasnya.

Saat ini Program SANTER-TB masih diterapkan sebagai proyek percontohan di tiga kecamatan. Dinkesda akan melakukan evaluasi sebelum memperluas implementasinya ke seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang kita mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030,” pungkasnya.

Penulis : Maekel Towira

Editor : Tikampost

Berita Terkait

Kantor Bupati Kapuas Belum Pernah Direnovasi Selama Lebih dari 30 Tahun, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah
Dinkesda Sangihe Imbau Warga Waspadai Ancaman Hantavirus
Pemerintah Desa Ramsai Sambut Peserta PKL SMK Tunas Wiyata
Pustu Mahena Terbengkalai Sejak 2018, Warga Desak Pemkab Sangihe Segera Bertindak
Imigrasi Tahuna: Informasi Terkait Dua WNA China Masih Tahap Penyelidikan
Bendera Merah Putih Sobek dan Kusam Masih Berkibar di Depan Kantor SPPG, Warga Soroti Kurangnya Perawatan
Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:42 WIB

Kantor Bupati Kapuas Belum Pernah Direnovasi Selama Lebih dari 30 Tahun, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:54 WIB

Dinkesda Sangihe Imbau Warga Waspadai Ancaman Hantavirus

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:41 WIB

Pemerintah Desa Ramsai Sambut Peserta PKL SMK Tunas Wiyata

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:53 WIB

Dinkesda Sangihe Libatkan Kader hingga Kelurahan, SANTER-TB Kejar Target Eliminasi TBC 2030

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:48 WIB

Pustu Mahena Terbengkalai Sejak 2018, Warga Desak Pemkab Sangihe Segera Bertindak

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handri Pasandaran, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap Hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar permukiman. (Foto: Istimewa)

DAERAH

Dinkesda Sangihe Imbau Warga Waspadai Ancaman Hantavirus

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:54 WIB