ELVIS, WALI MAHASISWA: KAMI SIAP TURUN JAGA KAMPUS, JANGAN JADIKAN ANAK KAMI KORBAN KONFLIK

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Tikampost.id

Di tengah memanasnya konflik internal di Universitas Malahayati, suara dari wali mahasiswa mulai terdengar lantang. Elvis, salah satu wali mahasiswa penerima manfaat beasiswa, menyampaikan seruan agar konflik kepengurusan Yayasan Alih Teknologi diselesaikan tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

“Kami sebagai orang tua sangat resah. Anak-anak kami ke sini untuk menuntut ilmu, bukan ikut dalam konflik orang dewasa. Kalau situasi makin tidak kondusif, kami siap turun langsung menjaga kampus,” ujar Elvis, (7/4/2025).

Baca Juga :  *"AKHIRNYA NAMA AGUS DIPULIHKAN!" – AKSI HEROIK POLISI INI BIKIN NETIZEN SALUT*

Elvis juga meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang mengarah pada kekerasan atau premanisme. Ia menegaskan bahwa masa depan ribuan mahasiswa kini dipertaruhkan akibat tarik-menarik kepentingan di tingkat yayasan.

Kalau konflik ini dibiarkan dan makin meluas, yang jadi korban ya anak kami. Jangan sampai mereka yang sudah berjuang dapat beasiswa justru terhambat karena urusan yang tak ada hubungannya dengan dunia pendidikan,” tambahnya.

Elvis menyerukan agar aparat penegak hukum bersikap adil dan segera mengambil langkah tegas demi menjaga situasi tetap aman dan tertib.

Baca Juga :  DIDUGA KEPALA KAMPUNG BUKIT GEMURUH ALERGI TERHADAP WARTAWAN

Kami orang tua tidak ingin anak-anak kami kehilangan hak belajar karena konflik yayasan. Jika perlu, kami akan berdiri bersama mahasiswa menjaga Universitas Malahayati agar tetap menjadi tempat menimba ilmu, bukan arena perebutan kekuasaan,” tutup Elvis.

Situasi di lingkungan kampus Universitas Malahayati masih terpantau kondusif, namun kekhawatiran atas potensi pengerahan massa terus menjadi perhatian.

HENDRIK ISKANDAR

Berita Terkait

Imigrasi Tahuna: Informasi Terkait Dua WNA China Masih Tahap Penyelidikan
Bendera Merah Putih Sobek dan Kusam Masih Berkibar di Depan Kantor SPPG, Warga Soroti Kurangnya Perawatan
Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged
Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas
KSOP Pulang Pisau Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Baru
WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak
PENGAWASAN APARAT GAGALKAN KEBERANGKATAN DUA WNA ASAL CHINA DI PELABUHAN NUSANTARA TAHUNA

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:19 WIB

Imigrasi Tahuna: Informasi Terkait Dua WNA China Masih Tahap Penyelidikan

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:23 WIB

Bendera Merah Putih Sobek dan Kusam Masih Berkibar di Depan Kantor SPPG, Warga Soroti Kurangnya Perawatan

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:58 WIB

Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged

Senin, 1 Juni 2026 - 09:48 WIB

KSOP Pulang Pisau Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Baru

Berita Terbaru