Dharmasraya – tikampost.id
Di sebuah ruang kerja sederhana di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dharmasraya, aroma kopi pahit hampir selalu menjadi sambutan pertama bagi siapa pun yang datang. Di ruangan itu pula, Amrijal, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), kerap terlihat melayani wartawan dengan sikap ramah dan komunikatif. Kepribadian terbukanya membuat banyak orang sulit membayangkan bagaimana perjalanan karier pria 41 tahun itu dimulai.
Tak banyak yang tahu bahwa sebelum menduduki posisi strategis di Diskominfo, Amrijal pernah berada di titik paling dasar birokrasi—menjadi tenaga kebersihan. Menyapu lantai dan merapikan ruang kantor adalah rutinitas hariannya, jauh sebelum ia terbiasa menyusun rilis resmi pemerintah atau mengelola arus informasi publik.
Sejak remaja, Amrijal sebenarnya akrab dengan dunia jurnalistik. Menulis dan membaca berita menjadi kegemarannya. Saat itu ia hanya membayangkan masa depan sebagai guru atau wartawan. Kini, sambil tersenyum ia menyebut dirinya sebagai “wartawan kehumasan”, seseorang yang setiap hari memastikan informasi pemerintah tersampaikan kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan berimbang.
Perjalanannya menuju Dharmasraya dimulai pada akhir 2003. Ketika itu, Pak Etek—adik ayahnya—mengetahui kondisi ekonomi Amrijal yang sulit. Ia kemudian mengajak Amrijal merantau ke Dharmasraya, daerah yang kala itu baru berkembang. Dengan harapan sederhana, Amrijal menerima tawaran tersebut: bekerja apa saja, asalkan halal dan memberinya pengalaman.
Tahun 2011 menjadi titik balik penting. Ia diterima sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Meski tugasnya sederhana, ia tak pernah merasa rendah diri. Dari posisi itulah ia belajar tentang etos kerja, kedisiplinan, dan dinamika birokrasi.
Kesungguhan dan integritasnya tidak luput dari perhatian pimpinan. Peluang demi peluang mulai datang hingga akhirnya Amrijal mendapat kesempatan tugas belajar ke Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, sekolah kedinasan di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di kampus itulah kemampuan kehumasan dan komunikasi publiknya diasah secara profesional.
Usai menamatkan pendidikan, ia kembali dan ditempatkan di bagian Humas Sekretariat Daerah, sebelum akhirnya berkarier penuh di Dinas Kominfo Dharmasraya. Di bawah berbagai kepemimpinan, Amrijal dikenal sebagai sosok adaptif, komunikatif, dan mampu membangun hubungan harmonis dengan media.
Kini, sebagai Kepala Bidang IKP, Amrijal berada di garda terdepan pengelolaan informasi publik. Mulai dari merumuskan strategi komunikasi pemerintah daerah, memperkuat sinergi dengan media, hingga memastikan kebijakan tersampaikan kepada masyarakat—semuanya menjadi bagian dari tanggung jawabnya.
Bagi Amrijal, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah. “Saya memulai dari menyapu lantai. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melayani dengan hati,” ujarnya.
Kisah Amrijal menjadi pengingat bahwa birokrasi bukan sekadar soal jabatan, melainkan proses, ketekunan, dan keyakinan pada mimpi. Dari sapu hingga strategi informasi, ia membuktikan bahwa kerja keras mampu mengubah jalan hidup seseorang.
Penulis : Hasannudin
Editor : redaksi tikamPost










