Mutahar Warga Pisang Rebus Ciptakan Pupuk Organik Cair dari Kayu dan Daun, Sawit Jantan Kembali Berbuah

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DHARMASRAYA tikampost.id

Inovasi pertanian kembali lahir dari Kabupaten Dharmasraya. Mutahar, warga Jorong Pisang Rebus, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, sukses mengembangkan pupuk organik cair dari bahan sederhana berupa batang kayu dan daun kering. Terobosan ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman sawit secara signifikan.

Pupuk organik cair racikan Mutahar dibuat melalui proses fermentasi alami tanpa campuran bahan kimia. Hasilnya berupa cairan kental berwarna pekat, kaya nutrisi, dan cepat diserap tanah maupun akar tanaman.

Menurut Mutahar, cara aplikasinya sangat mudah. Cukup mencampur 1 liter pupuk cair dengan 5 liter air bersih untuk kemudian diberikan pada 10 batang sawit. Penggunaannya rutin mampu membuat tanah lebih gembur, daun lebih hijau, serta pelepah sawit yang semula menutup menjadi terbuka.

Baca Juga :  KM Payaman Ditangkap Lanal Tahuna karena Pelanggaran Berulang dan Dokumen Tidak Lengkap  

Tak berhenti di situ, pupuk ini bahkan memunculkan fenomena menarik. Sejumlah petani mengaku sawit jantan yang sebelumnya tidak berbuah kini kembali menghasilkan tandan setelah diberi pupuk organik tersebut.

“Semua bahannya dari alam, tidak ada zat berbahaya. Yang penting sabar dalam proses fermentasi, dan hasilnya alhamdulillah memuaskan,” ujar Mutahar.

Baca Juga :  DUA RUAS JALAN DI WAY TUBA MULAI DIPERBAIKI, WARGA APRESIASI NAMUN INGATKAN PEMERINTAH SOAL LAMBANNYA PENANGANAN

Di tengah mahalnya harga pupuk kimia, pupuk organik cair ini menjadi solusi ekonomis bagi petani. Selain mudah dibuat, bahan-bahannya melimpah di sekitar lingkungan. Mutahar berharap inovasinya dapat membantu petani sawit di Dharmasraya dan daerah lain untuk meningkatkan produksi secara alami, aman, dan berkelanjutan.

Saat ini, pupuk organik cair tersebut juga sudah dipasarkan dengan harga Rp30.000 per liter, menjadikannya alternatif terjangkau sekaligus bernilai tinggi bagi petani yang ingin beralih ke metode budidaya ramah lingkungan.

Penulis : Hasanuddin

Editor : Redaksi TikamPost.id

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.
Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat
Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober
Riswanto Basuki, M.Mar.E., M.M., Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Faber Panjaitan sebagai Kepala KSOP Pulang Pisau
Lahan Bekas Karhutla Seluas 5,9 Hektare di Timpeh Ditanami Sawit, Polres Dharmasraya Pasang Garis Polisi
Kapolres Dharmasraya Pimpin Pengamanan Ibadah Minggu Kasih di Gereja HKBP Sungai Rumbai

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Merak, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Puluhan Paket Ganja Disita, Kapolres Dharmasraya Pimpin Langsung Penangkapan Terduga Pengedar.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Polsek Ngaras Gencarkan Patroli Preventif, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

PT Intan Fajar Persada Diresmikan di Bukit Gemuruh, Mulai Beroperasi 20 Oktober

Berita Terbaru