ASPEDA Salurkan Donasi ke Ratusan Rumah Warga Terdampak Banjir dan Galodo di Kabupaten Solok, Pers Soroti Putusnya Akses dan Lambannya Penanganan Infrastruktur

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dharmasraya — Tikampost.id

Asosiasi Pers Dharmasraya (ASPEDA) menyalurkan ratusan paket sembako dan beras kepada warga terdampak banjir dan galodo di wilayah Koto Sani dan Paninggahan, Kabupaten Solok, Jumat (12/12/2025). Penyaluran dilakukan langsung ke rumah-rumah warga di tengah kondisi akses jalan dan jembatan yang masih terputus di sejumlah titik.

Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi masyarakat Dharmasraya selama dua hari dengan total dana terkumpul sebesar Rp22 juta. Sebanyak 12 wartawan ASPEDA turun langsung ke lapangan, tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memantau secara langsung kondisi pascabencana yang hingga kini masih menyisakan persoalan serius bagi warga.

Pantauan Tikampost.id di lapangan menunjukkan, rusaknya infrastruktur penghubung antarwilayah menjadi hambatan utama dalam distribusi logistik dan mobilitas warga. Sejumlah jalur utama tidak dapat dilalui kendaraan roda empat akibat jembatan putus dan badan jalan yang rusak parah.

Ketua ASPEDA, Rijal Af, mengatakan sebelum pendistribusian bantuan pihaknya melakukan pemetaan lokasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Ada lima titik distribusi, yakni Koto Sani, Belimbing, Muaro Pingai Paninggahan, Muaro Paninggahan, Dusun Cancang, dan Dusun Batua. Penentuan lokasi ini berdasarkan tingkat dampak dan kebutuhan warga,” ujar Rijal di Paninggahan.

Baca Juga :  Aspeda Buka Puasa di Rumah Wabup Leli Arni, Wartawan Diibaratkan “Pencicip Gulai”

Di Dusun Cancang Batua dan Muaro Paninggahan, tim ASPEDA terpaksa mengangkut bantuan menggunakan sepeda motor milik warga karena akses utama terputus.

“Jembatan utama masih putus. Jalur alternatif hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kondisi ini jelas menyulitkan distribusi bantuan dan aktivitas warga,” tegas Rijal.

Sementara itu, di wilayah Koto Sani dan Muaro Pingai, akses jalan relatif masih bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih cepat.

Hingga Jumat sore, berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan, akses menuju Paninggahan dan Malalo dari arah Sumani masih belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Dari hasil pantauan kami, terdapat dua jembatan putus, masing-masing di Muaro Pingai Paninggahan dan Malalo. Akibatnya, jalur utama lumpuh total,” kata Rijal.

ASPEDA menilai, kondisi ini berpotensi menghambat distribusi bantuan lanjutan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi warga apabila tidak segera ditangani secara serius oleh instansi terkait.

Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pers, ASPEDA menegaskan bahwa temuan di lapangan akan disampaikan kepada publik agar menjadi perhatian bersama.

“Pers tidak hanya hadir untuk melaporkan, tetapi juga memastikan suara warga terdampak sampai kepada pemangku kebijakan. Kondisi infrastruktur yang rusak ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Rijal.

Baca Juga :  PJ,Bupati Aceh singkil Drs. Azmi, M. AP Kembali Menjalin Kerjasama tentang penyediaan dan distribusi  beras dengan pemerintahan Abdya.

ASPEDA memastikan seluruh dana donasi masyarakat Dharmasraya digunakan sepenuhnya untuk pembelian kebutuhan pokok.

“Seluruh donasi Rp22 juta kami belikan sembako dan beras. Pengantaran logistik menggunakan kendaraan pribadi anggota ASPEDA, sementara biaya operasional ditanggung dari kas dan iuran internal,” jelasnya.

Rijal menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para donatur atas kepedulian yang diberikan.

“Alhamdulillah, amanah dari masyarakat telah kami salurkan langsung ke rumah warga. Namun di sisi lain, kondisi di lapangan membutuhkan perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan wartawan ASPEDA yang turun langsung ke lokasi bencana.

“Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab pers, tidak hanya meliput, tetapi juga hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Warga Harapkan Perhatian Serius Pemerintah

Ayu, warga Muaro Paninggahan, mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diterima, namun berharap akses dan infrastruktur segera diperbaiki.

Bantuan ini sangat membantu kami. Tapi kami juga berharap jalan dan jembatan segera diperbaiki karena aktivitas kami sangat terganggu,” ujarnya.

 

Penulis : Hasannudin

Editor : redaksi tikamPost

Berita Terkait

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged
Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas
WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak
Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha
Praktisi Hukum Adv. Riko Ginting Soroti Pernyataan “Tembak di Tempat” terhadap Pelaku Begal
Sahabat Jawara Bersatu (SJB) Gelar Qurban untuk Perkuat Kebersamaan dan Ukhuwah Antar anggota
KSOP Pulang Pisau Berkurban 2 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing, Tebar Kepedulian dan Perkuat Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Aktivitas Penampungan Besi Rongsokan di Mahena Dikeluhkan Warga, Legalitas Usaha Dipertanyakan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:58 WIB

Kadis DLHK Kabupaten Tangerang cuek dengan Pemberitaan Keluhan Warga soal Sampah di Kali Bojong Renged

Senin, 1 Juni 2026 - 10:37 WIB

Dugaan Aktivitas PETI di Sangihe Kembali Disorot, Masyarakat Minta Penegakan Hukum Tegas

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:46 WIB

WTP Ke-16 untuk Way Kanan, Warga Masih Menanti Jalan yang Layak

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:38 WIB

Pemadaman Listrik di Sangihe Dikeluhkan Warga dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru